
Menjadikan taman peristirahatan yang abadi indah dan segar. Itulah salah satu impian dan angan-angan dari pengurus Serikat Tolong Menolong Baitul Amin (STMBA) periode 2010-2015. Selain melakukan pembenahan dalam pelayanan pengurusan jenazah disaat pemakaman, kegiatan STMBA juga mencakup memberikan pelayanan di bidang pemakaman yang nyaman dan indah.
Menurut Abang H. Wafi Asnawi, Ketua STMBA, tanah makam Baitul Amin yang terletak di Jalan Raya Curug, persis di seberang jalan masuk menuju Surau Baitul Amin (SBA) akan dijadikan lebih indah dan asri. Dengan demikian, para ahli waris diharapkan merasa nyaman saat memakamkan dan mengunjungi makam keluarganya.
“Semua yang dilakukan STMBA hanya berdasarkan bagaimana berbuat baik dan melayani jamaah dengan baik,” ungkap Kak Dyah Agustine, Sekretaris STMBA. Keseriusan itu tampak pada program program yang sudah di buatnya. Salah satunya, hari Minggu, 28 November lalu diadakan pelatihan fardhu kifayah bagi jamaah untuk mempelajari tentang mengurus jenazah, mulai memandikan hingga mengkafani, dengan Kyai Somad dari Brebes sebagai narasumber.
“Tugas STMBA adalah menolong orang, melakukan ketentuan-ketentuan syariat. Proses fardhu kifayah betul-betul dipelajari, kita fokuskan. Hal yang paling membingungkan adalah saat keluarga meninggal. Menolong orang melalui dalam proses itulah yang dibutuhkan. Intinya membantu jamaah,’’ pesan Pengurus II Surau Baitul Amin H. Akhmad Syukran Bestari, SE.MMSi.
Hal terkait disampaikan oleh Bang H. Wafi. “Dengan pentingnya fardhu kifayah, harapan kami peserta pelatihan siap mengaplikasikan. Tak sekedar tahu tapi mau melaksanakan pengetahuan yang telah didapatnya.
”Pelatihan ini merupakan kegiatan pelatihan yang pertama yang dilakukan STMBA untuk periode 2010. Walau demikian, antusiasme dari peserta sangat tinggi, diikuti lebih dari 40 peserta yang aktif dan tampak serius dalam diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan."
Rencana tanah makam yang asri diwujudkan melalui bentuk kerja bakti hampir setiap minggu. Kerja bakti ini awalnya hanya diikuti oleh pengurus STMBA, namun lambat laun diikuti pula oleh beberapa jamaah lain, bahkan yang datang dari kawasan Rumpin, Sawangan dan Pondok Gede.
Sesuai dengan AD/ART yang telah disetujui oleh Pengurus SBA, STMBA berazaskan Al Quran, Hadits, Ijma Ulama serta 7 Nilai Dasar Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya (YPDKY). Sementara itu, tujuannya adalah, pertama, untuk membantu jamaah Tarekat Naqsyabandiyah YPDKY dalam membantu pelaksanaan dan penyelesaian fardhu kifayah.
Tujuan kedua STMBA adalah untuk menguatkan tali silaturrahim antar sesama jamaah sebagaimana diungkapkan Bang H. Wafi. “Harapan kami, anggota lama STMBA dapat mendaftarkan ulang dirinya, dan bagi yang belum menjadi anggota dapat mendaftarkan diri. Menjadi anggota berarti kita menjalin silatur rahim yang lebih banyak dan saling tolong menolong dengan jamaah lainnya.
Iuran yang di bayarkan setiap bulannya pun tidak lain sebagai wujud dari saling tolong menolong di saat satu anggota terkena kemalangan,khususnya kematian. ”Saat ini, pengurus STMBA tengah mengupayakan perluasan tanah makam Baitul Amin. “Minat jamaah untuk membeli kavling makam cukup tinggi dibandingkan dengan kavling yang kini tersedia,” ungkap Kak Dyah Agustine. (DA)