Monday, May 21st

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Berita dan Informasi Silaturrahim Turnamen Tenis Meja Baitul Amin 2011, Turnamen Silaturrahim

Turnamen Tenis Meja Baitul Amin 2011, Turnamen Silaturrahim

E-mail Print PDF
PTM Baonk

Tahun 1971 adalah tahun yang bersejarah bagi dunia. Ketika itu, Amerika Serikat (AS) mengirimkan kontingen tenis meja ke Republik Rakyat Cina untuk melakukan laga persahabatan. Di Surau Baitul Amin (SBA), tenis meja atau pingpong ini juga merupakan sarana untuk mempererat silaturrahim, antar jamaah maupun dengan penggemar tenis meja lainnya di kawasan Jabodetabek, seperti saat diadakannya Turnamen Tenis Meja Baitul Amin 2011, akhir November lalu.

Cina bahkan membayar seluruh pengeluaran tim AS ketika para atlit negara itu berada mereka bertandang.Pertandingan diantara Cina dan AS juga memuluskan lawatan Presiden AS pada waktu itu, Richard Nixon, ke Beijing untuk bertemu Ketua Partai Komunis Cina Mao Tse Tung (Mao Zedong) pada 1972.Kunjungan tersebut menandai berakhirnya hubungan dingin antara kedua negara yang berseberangan ideologi politik. Peristiwa itu hingga kini dikenal dengan nama Diplomasi Pingpong.

Untuk memperkenalkan SBA kepada masyarakat dan menjalin silaturrahim, Bang Arie, sapaan akrab bagi Pengurus II Surau Baitul Amin (SBA), H. Akhmad Syukran Bestari, SE.MMSI., mencetuskan ide mengadakan turnamen tenis meja antar PTM (Persatuan Tenis Meja) se-Jabodetabek. Sebagai olahraga yang tengah sangat digandrungi di SBA, tenis meja memang merupakan wadah silaturrahim yang baik. Ide tersebut muncul setelah PTM Baonk (Baitul Amin Pimponk) bertanding melawan Seskoal bulan Oktober lalu.

Dengan slogan “Menang itu Biasa,Silaturrahim dan Sportivitas Luar Biasa!”, turnamen dua hari ini diikuti oleh 54 pasang peserta dari Divisi 6+ (pemula) dengan sistem pertandingan beregu duo. Gagasan sistem pertandingan seperti itu berasal dari Praka Joko, pelatih tenis meja Baonk. Menurut Bapak Zulfan Siregar, mewakili komite yang mengawasi Turnamen Tenis Meja Baitul Amin 2011, selama ini sistem yang sering dipertandingkan adalah perorangan (single). Ke 54 pasang peserta berasal dari perorangan,PTM Pandu Sport Depok, PTM Janur Jagakarsa, PTM Radio Jagakarsa, PTM UI, PTM PNJ, PTM Cinere, PTM SP 30,PTM Kambula, PTM Pottec, PTM Virgo Fatmawati, PTM Benteng Gedhong, PTM Bulak Cinangka, PTM Songkosong, PTM Cebua, PTM Kavling DKI, PTM Pamulang, Polsek Sawangan dan PTM Baonk sebagai tuan rumah.

Usia bukan faktor penentu. Buktinya,dua remaja berbakat yaitu Pandu Alamsyah dan Jefri Maulana dari PTM Pandu Sport, Depok keluar sebagai juara. Alam,panggilan bagi Pandu Alamsyah saat ini duduk di kelas 6 SD sementara Jefri adalah siswa kelas 2 SMP. Keduanya mampu membuat kewalahan para peserta yang diunggulkan dan berusia jauh lebih tua. Walaupun keluar sebagai juara, Alam dan Jefri tidak ditargetkan untuk menang. Bapak Heriawan,pelatih keduanya ini menjelaskan bahwa menang bukanlah tujuan utama. Yang penting menambah pengalaman mereka dalam bertanding.

Ketatnya semifinal dan final membuat acara yang dijadwalkan berakhir pada pukul 00.00 baru usai pada Senin (21/11) sekitar pukul 02.00 WIB. Sebagai juara pertama Alam dan Jefri berhak menerima hadiah uang sebesar tiga juta rupiah dan trofi. Juara kedua diperoleh Bapak Edi dan Fajar dari PTM Baonk yang menerima hadiah uang sejumlah dua juta rupiah dan trofi. Sedangkan juara 3 bersama yaitu Bapak Kholik dan Bapak Heri dari PTM Cinere, serta Bapak Dodi dan Bapak Agus dari PTM SP 30 membawa pulang hadiah lima ratus ribu rupiah dan trofi.

Selain jumlah hadiah yang lebih besar dari turnamen sejenis, yang paling istimewa didapat dari SBA adalah pelayanannya.”Event ini tuan rumah sangat melayani. Mereka (peserta-red.) puas,” tutur Bapak Zulfan. Hal senada ditegaskan oleh Bapak Sugiono, asisten pelatih PTM Baonk yang akrab dipanggil Pak Yonce,“Persiapan lapangan, perlengkapan yang lain, pelayanan orang-orang Baitul Amin terhadap pemain yang datang dari berbagai tempat mengesankan, paling asyik.”Pun demikian diakui oleh Bapak Heriawan,“(Turnamen ini) Sangat positif, bagus,terutama lokasi pertandingannya nyaman.”

Abang Agung Tri Wahyudi sebagai ketua panitia penyelenggara menyatakan bahwa dalam memberikan pelayanan SBA selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dan tidak membeda-bedakan antara jamaah dan non jamaah. Bagi pria yang biasa dipanggil Bang Akem ini yang terpenting adalah surau bisa dinilai positif,bisa memperkenalkan surau lebih baik, dan bisa melayani lebih baik lagi. Bang Akem juga turut memperkuat PTM Baonk pada turnamen tersebut walaupun kalah,“Menang urutan ke-21. Yang penting bahagia,senang, silaturrahim.” [ANG]

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Share/Save/Bookmark