Monday, May 21st

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Berita dan Informasi Surau Kita

Surau Kita

Perjalanan Silaturahim ke Karawang dan Serang

rombongan

Badan Kerjasama Surau (BKS) DKI Jakarta & Banten. Salah satu program rutin Badan Kerjasama Surau (BKS) DKI Jakarta Raya dan Banten adalah silaturrahim ke surau-surau di daerah. Akhir Februari lalu rombongan Pengurus BKS berkunjung ke Surau Baitul Amin 9 Karawang. Sebulan berikutnya, anjangsana ke Surau Serang, Banten.

Rombongan pengurus BKS DKI Jaya & Banten berjumlah 14 orang dipimpin oleh Ketua BKS Dr. H. Akhmad Qadri Ramadhany, SH, MM, berangkat dari Surau Baitul Amin (26/2). Kedatangan rombongan di Karawang disambut oleh Pengurus Surau yaitu Ust. Ahmad Sobari, Warno dan Andi yang didampingi oleh ikhwan Surau Karawang.

Sepakbola yang Menyatukan

Tim BAFC menjelang sebuah pertandingan pada tahun 1999.

 

Kadang-kadang klub sepakbola melahirkan fans yang bermusuhan. Tidak hanya di luar negeri, di Indonesia juga terjadi. Namun ternyata sepakbola juga bisa menyatukan. Contohnya Baitul Amin Footbal Club (BAFC) yang menyatukan Jamaah Surau Baitul Amin dengan masyarakat sekitar melalui sepakbola. Melalui Sepakbola silaturahim pun terjaga.

Aktivitas persepakbolaan di Surau Baitul Amin (SBA) dimulai sejak tahun 1986 di era pendiri Yayasan yaitu Prof. DR. H. SS. Kadirun Yahya MA. Setelah pendirian Youth Club Baitul Amin (YCBA), bergulir ide pembentukan klub sepakbola. H. Akhmad Syukran Bestari SE. MMSI, yang akrab disapa dengan Bang Arie adalah salah satu ketua terlama BAFC. Menurut Bang Arie tujuan utama dibentuknya klub ini sebagai media silaturrahim dengan masyarakat sekitar. “Tujuannya untuk memperkenalkan surau pada masyarakat, “ tutur Bang Arie yang kini menjabat sebagai Pengurus II SBA.

Mengingat pada masa itu, masyarakat sekitar belum banyak mengenal keberadaan SBA.Dan keberadaan BAFC berdampak positif, mempercepat penerimaan masyarakat terhadap keberadaan SBA. Sebab saat bermain sepakbola, dapat terjalin komunikasi dan silaturrahim yang intens. Pada masa awal berdirinya, BAFC cukup sering tampil dalam pertandingan eksibisi. Salah satunya dilakukan di Medan pada tahun 1989. Eksibisi ini adalah pertandingan sepakbola antar surau se-Jawa dan Sumatera. Berawal dari pertandingan tersebut, perkumpulan sepakbola bermunculan di surau-surau Yayasan.

Sejak tahun 1993 hingga 1997 berlangsung kejuaraan tahunan yang pelaksanaannya bertepatan dengan Hari Keputraan yang jatuh pada tiap tanggal 20 Juni. Peserta kejuaraan berasal dari surau-surau; Jogja, Mataram, Jakarta, Medan, Pekanbaru, dan Bandung. Dari tahun ke tahun kejuaraan yang memperebutkan piala bergilir Pendiri Yayasan, Prof. DR. H. SS. Kadirun Yahya MA, kian semarak.

Dari beberapa kali kejuaraan, Tim Surau Baitul Amin yang diwakili BAFC tampil sebagai pemenang. Padahal tujuan awalnya, hanya sekedar turut memeriahkan kejuaraan. Perkembangan positif tersebut, mendorong BAFC kian fokus mengembangkan persepakbolaaan. Pada tahun 1997 BAFC mulai melakukan pembinaan sepak bola untuk warga sekitar surau. Program sertifikasi pelatih, latihan rutin, latih tanding, pengadaan seragam dan peralatan adalah beberapa contoh. Bersamaan dengan itu, muncul bakat-bakat terpendam pesepakbola dari warga sekitar.

BAFC Berkiprah di Luar Selanjutnya, BAFC resmi bernaung dalam Divisi Utama Persatuan Sepakbola Jakarta Selatan (PSJS). BAFC mencatat prestasi sebagai juara kompetisi Divisi Utama PSJS tahun 1999. Pada saat bersamaan Bang Arie dipercaya sebagai manajer PSJS Junior. Karena prestasi tersebut, BAFC ditunjuk mewakili PSJS pada Kompetisi Sepakbola Usia 17 tahun di Lamongan Jawa Timur.

Saat itu, BAFC satu grup dengan Persita (Persatuan Sepakbola Tangerang), Persela (Persatuan Sepakbola Lamongan), dan Persib (Perserikatan Sepakbola Indonesia Bandung). BAFC keluar sebagai juru kunci. Sejak itu BAFC tidak aktif dalam kompetisi PSJS lagi. Namun prestasi sepakbola tak tutup layar. Hal yang cukup membanggakan bagi BAFC adalah para pemain binaan BAFC dahulu, saat ini sudah tersebar di berbagai klub sepakbola tanah air.

Ada yang bergabung di Persik (Persatuan Sepak Bola Kediri), PSSB (Persatuan Sepak bola Seluruh Bireun - Aceh -red), Persibo (Persatuan Sepakbola Indonesia Bojonegoro), dan Persikabo (Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bogor). Sedangkan pelatih yang dibiayai oleh Surau Baitul Amin untuk mendapatkan lisensi PSSI adalah Bang Zainal.

Abang ini berkisah, “Bang Arie yang memfasilitasi untuk sepak bola di sekitar surau ini. Makanya kita juga senang belajar.” Kemudian ia melanjutkan, “Saya bersyukur bisa mendidik anak-anak hingga bisa bermain di mana-mana. Ada yang jadi pemain, ada yang jadi pelatih, dan sekarang juga masih banyak yang aktif di futsal. Saya sendiri aktif di futsal Lebak Wangi Parung Bogor.” Ternyata, selain menyatukan sepakbola juga menggugah semangat belajar dan bakat terpendam. (DHY)

 

Bekerjasama Tingkatkan Pelayanan

Ketua BKS DKI Jakarta & Banten, H. Ahmad Qadri Ramadhany (kanan atas), menyajikan sebuah presentasi di hadapan para peserta Rapat Kerja & Konsolidasi BKS Jakarta & Banten (16/03/2010) di Surau Baitul Amin, Depok.

Dalam edisi lalu telah disampaikan bahwa BKS (Badan Kerjasama Surau) merupakan badan yang mengkoordinasikan kerjasama antar surau di suatu wilayah. Untuk wilayah Jakarta masuk di dalam BKS DKI Jakarta & Banten.

Kali ini kita akan melihat fokus kebijakan kepengurusan BKS periode 2010-2013.Ruang lingkup kebijakan BKS adalah Pembenahan Manajemen internal, Peningkatan Kualitas dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia serta Pengendalian dan Pengamanan Surau/Jamaah.

Adapun target pencapaian masing-masing bidang kegiatan adalah merumuskan, sosialisasi dan pemberlakuan Sistem Manajemen Organisasi, Sosialisasi Kebijakan/Program BKS, Sosialisasi dan Pelatihan Islam Kaffah, serta pembuatan Sistem Informasi Manajemen untuk Pengurus dan Operasional tempat wirid. Program kerja BKS periode 2010- 2013 adalah:
1. Menyusun Prosedur Operasi Standar tempat wirid dalam wilayah BKS
2. Meningkatkan kualitas sarana ibadah di sejumlah daerah yang dipandang perlu lebih ditingkatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan para jamaah TN
3. Meningkatkan pemahaman jamaah TN terhadap ajaran Tarekat Naqsyabandiyah, sehingga dapat  dihindari terjadinya penyimpangan.
4. Mendirikan Majelis Ilmu
5. Peningkatan Manajemen/SDM
6. Mengembangkan Network Tarikat Naqsyabandiyah dan organisasi keagamaan, sosial kemasyarakatan dan pemerintah
7. Mengembangkan Program Investasi BKS
8. Mendorong terciptanya praktek bisnis Islami secara utuh di kalangan praktisi bisnis jamaah Tarekat
9. Membangun Sistem Informasi Manajemen dan Database jamaah Tarekat.

Untuk periode ini, BKS diketuai oleh DR. H. Ahmad Qadri Ramadhany, SH, MM. Selain berprofesi sebagai konsultan dan tenaga pendidik perguruan tinggi di lingkungan Kopertis III, beliau juga memegang posisi Ketua Dewan Riset Daerah Propinsi Banten. Sekretariat BKS dikomandani oleh Ir. Budi Rachmat Kurniawan Kardian, MM. Beliau sehari-hari menjabat General Manager Divisi Gedung PT. Hutama Karya (Persero).

Bendahara BKS dijabat oleh M. Imron Affandi, SE. Ak. (merangkap Pembantu Umum). Menangani Bidang Manajemen dan Perekonomian BKS adalah Drs. H. Tugirin Yusuf S., MM. Beliau selain seorang wirausaha juga pengurus Koperasi umum dan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Amin. Beliau dibantu oleh Azhar Hasibuan, SE.

Bidang Hukum dan Perijinan BKS dikelola oleh Ir. Arif Syahrizal, MBA (Direksi PT. Agricon) bersama AKBP Muchtar MS (Staf di lingkungan Polda Metro Jaya). Bidang Peramalan dan Ibadah dijabat oleh Ir. Iriyadi ZA (Manajer PT. BASF Indonesia) bersama Abdul Sofa SH, MH, (Pejabat di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional).

Sebagai Staf Penghubung Drs. Mas Bambang Setijono dibantu oleh Drs. Eko Janarko, Ir. Didi Karnadi, Ir. HM. Razif (Staf Khusus) dan Ir. Oedy Erlangga (Staf Khusus). Dewan Pakar terdiri dari beberapa pejabat aktif dan purnawirawan, antara lain: Prof. Dr. H. Budi Santoso, MSc, APU. (mantan Sekretaris Jendral Dewan Pertahanan Nasional dan staf ahli BATAN), Ir. H. Wahyu Wijaya (Pejabat pada Kantor Direksi PT. Pertamina), Drs. H. Rachmat Sihombing (mantan pejabat PT. Pertamina), Drs. H. Ahmad Mujib (mantan Vice President Bank Pacific), serta Irjen Polisi H. Roekman (purnawirawan Kapolda Jawa Barat dan Lampung).

Bekerja sama dengan Bidang Peramalan dan Ibadah, Dewan Pakar berperan banyak untuk meningkatkan pemahaman jamaah tentang TN melalui Forum diskusi dan ceramah agama/Taushiah. Tim ini juga menjadi penasehat bagi Ketua BKS, serta merupakan cikal bakal Majelis Ilmu yang digagas oleh Pimpinan Yayasan Prof. Dr. H Kadirun Yahya.

BKS juga bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap jamaah secara tidak langsung dengan memberikan pelatihan manajemen terhadap pengurus Surau dan tempat wirid agar mengikuti standar Islamic Service Excellence di lingkungan Yayasan. Selain itu BKS juga mengembangkan jaringan silaturahim yang luas dengan berbagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan dan Pemerintah.

Medianya adalah seminar yang bertema Tarekat Dalam Islam, kerjasama Tarekat Muktabaroh dan jalinan silaturahim dengan MUI di berbagai daerah. (DA/RHY/JH)

Memelihara Sarana Dzikrullah

Sebagian pengurus BKS DKI Jakarta & Banten berfoto bersama dalam sebuah rapat kerja di SBA.

Surau Baitul Amin (SBA) adalah salah satu dari 600 lebih surau/halaqah naungan YPDKY yang tersebar di Indonesia, Malaysia dan Amerika Serikat. Dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan bagi jamaah serta masyarakat lingkungan Surau dan alkah yang ada, bagaimanakah pengelolaan dan koordinasi dilakukan? Mari kita tengok tulisan berikut ini.

Tegakkan Akhlakul Karimah, Tegakkan Islam

Kegiatan Fordipoba

Ketua Yayasan, H. Abdul Khalik Fajduani SH, berpesan, “Kalau kita menyatakan diri ber-Islam, maka tak ada cara lain kecuali meniru Rasulullah SAW.” Dan menirunya secara utuh, maksudnya, Fiqihnya, Karakternya dan Ruhaninya.”

Membersihkan Diri dari Penyakit Ruhani, Menuju Akhlakul Karimah

Forum Diskusi

Pada Ahad, 25 April yang lalu, Surau Baitul Amin kembali mengadakan kegiatan Fordiba, kependekan dari Forum Diskusi Baitul Amin. (Di setiap kegiatannya mengusung berbagai tema untuk diskusi.) Hadir sebagai pembicara tunggal pada diskusi kali ini adalah Prof. Budi Santoso, Guru Besar Universitas Nasional dan Universitas Panca Budi Medan.

Untuk Melayani dan Menjadi Orang Baik

Pelantikan Pengurus Surau

Laporan Pelantikan Pengurus Baru Surau, Pos dan IOP di Wilayah DKI Jakarta dan Banten Periode 2010-2013: Bertempat di Surau Baitul Amin (SBA), Sabtu, 28 Agustus 2010 lalu, telah dilantik 42 orang pengurus Surau dan tempat-tempat wirid (halaqah) dalam naungan Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya (YPDKY) yang berada kawasan DKI Jakarta dan Banten.

Tausiah Majelis Qur'an Baitul Amin

tauziahPengurus Surau, H. Akhmad Syukran Bestari SE., MMSi. Dalam kesempatan diskusi Ansor hari Rabu, berujar: ”Tausiah ini kita adakan tiap tiga bulan sekali dengan mengundang pembicara ustadz dari sekitar Sawangan, nanti kita akan mengadakan acara tabliq yang berlevel kota Depok bahkan tingkat propinsi atau skala nasional.” Dihadapan para Ansor Beliau juga berkeinginan agar pembicaranya para kiai atau ustadz dari surau.

Silaturahim DA'I

Silaturahim DAI

"Da’wah adalah ajakan dengan lisan, tulisan, dan tingkah laku secara sadar dan terencana guna mempengaruhi manusia, individu, kelompok, komunitas agar timbul di dalam diri mereka pengertian, kesadaran, sikap, penghayatan, dan pengamalan Islam tanpa paksaan," demikian penjelasan DR. H. Asep Usman Ismail, M.A., dosen IAIN Syarif Hidayatullah dalam acara Silaturrahim Da'i Surau Baitul Amin, Sabtu (14/2).

Pos Wirid di Bandara Soekarno Hatta

Pos Bandara

Rasa syukur semakin bertambah, ketika pada hari Senin tanggal 22 Desember 2008, Pimpinan Yayasan Ayahanda Guru berkenan  mengunjungi Mess bandara ini. Pada acara berbahagia ini, hadir pula abanganda Haji Akhmad Mutaqin SH (Ab Opin),  beberapa Pengurus Badan Kerjasama Surau (BKS) DKI Jakarta dan Banten serta sejumlah ikhwan yang tengah melaksanakan ubudiyah. Beliau tampak sangat bergembira sekali dengan adanya Mess, yang terletak di sekitar Bandara Soekarno Hatta ini. Setelah melaksanakan shalat ashar berjamaah dan berkhatam tawajuh,

Fordiba: Meraih Grand Prize dari Allah

Ir. Indra

"Bagaimana caranya agar kita cepat mendapat grand prize dari Allah SWT., kelihatannya judul ini adalah pengalaman pribadi Abang," begitu pertanyaan Asep Badrutamam, seorang wartawan, jamaah Surau baitul Amin IX Karawang disambut tepuk tangan meriah dari 126 peserta Fordiba di Surau Baitul Amin, Minggu (23/11).

Peresmian KJKS Baitul Amin

Pejabat Koperasi

Sebanyak 120 anggota dan calon anggota Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Baitul Amin telah memenuhi Perpusba 30 menit sebelum acara di mulai (2/7). Semua pengurus dan pengawas koperasi menghadiri acara ini. Tampak pula ditengah-tengah undangan H. Akhmad Syukran Bestari, SE., MMSi, salah satu tokoh pendiri koperasi.