Ketua Yayasan, H. Abdul Khalik Fajduani SH, berpesan, “Kalau kita menyatakan diri ber-Islam, maka tak ada cara lain kecuali meniru Rasulullah SAW.” Dan menirunya secara utuh, maksudnya, Fiqihnya, Karakternya dan Ruhaninya.”
Titik awal pembahasan tentang agama adalah bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menyembahNya, sebagaimana FirmanNya dalam Al Quran, Surat Adz Dzaariyaat ayat 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Ada segenap aturan mengenai bagaimana manusia melaksanakan fitrahnya sebagai hambaNya. Aturan-aturan ini, yang juga sering diartikan sebagai ‘agama’, itu pun datangnya dari Allah SWT yang kita ketahui sebagai Islam Mulia Raya.
“Andaikata setiap muslim berbuat baik dan menerapkan akhlakul karimah, niscaya kejayaan Islam yang pernah diraih pada masa Rasulullah SAW dan para Sahabat akan terulang...”
Menurut Abangda Drs. H. Achmad Mudjib, Islam Mulai Raya mempunyai tiga pilar. “Ketiga pilar ini adalah Iman, Islam dan Ihsan,” jelasnya. Pendalaman tentang gabungan ketiga pilar Islam Mulia Raya ini menghasilkan pemilahan pembahasan tentang Islam yang kita sering dengar sebagai masing-masing Akidah, Syariah dan Tarekat.
‘Ilmu’, atau pengetahuan akan sesuatu, mengenai akidah dikenal sebagai ilmu ushuluddin. Sementara itu, ilmu yang membahas tentang syariah disebut sebagai fiqih, dan ilmu tentang tarekat dikenal sebagai tasawuf. Demikian dijabarkan Pak Mudjib, saat membawakan materi Forum Diskusi Pos Wirid/Mess Bandara (Fordipoba), ‘Sekapur Sirih Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah’, 17 Oktober 2010 lalu.
Dalam Al Baqarah ayat 208 Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” Dengan pemahaman dan pengamalan Islam secara utuh atau kaffah, sesuai dengan nilai-nilai Rasulullah SAW akan tercipta ummat yang berperilaku yang mulia, atau akhlakul karimah, juga sukses, mulia dan terhormat. Secara kolektif, masyarakat yang seperti ini adalah ummat yang unggul, atau khairu ummah.
Mengingat pesan Pimpinan YPDKY, pada suatu acara di Medan tahun 2006 lalu, “ Andaikata setiap muslim berbuat baik dan menerapkan akhlakul karimah, niscaya kejayaan Islam yang pernah diraih pada masa Rasulullah SAW dan para Sahabat akan terulang dan ungkapan baldatun thayibbatun wa rabbun ghafur akan benar-benar terbukti.”
Dengan keyakinan penuh, mari bersama kita tegakkan akhlakul karimah! Semoga kondisi masyarakat Madinah seperti ini akan segera terwujud. Amiin yaa Robbal ‘aalamiin. [RH]

Ulasan dan Rujukan Buku terbaik yang layak dibaca
Kupas kesehatan dan permasalahannya sehari-hari, untuk pengetahuan
Kumpulan materi dari Forum Diskusi Baitul Amin, mencerahkan dan membebaskan
Ruang berbagi Teknologi Informasi untuk pemula dan pebisnis, IT ada di sekitar kita
Berbagi pengalaman dalam bisnis sebagai akhlak mulia, Bisnis dan Ibadah adalah kesatuan
