
Tahun 2010 sangat berkesan bagi jamaah Surau Baitul Amin (SBA). Banyak perkembangan positif yang patut disyukuri. Semua tergambar dalam acara Laporan Akhir Tahun 2010 pada 31 Desember 2010 lalu, yang menunjukkan hampir semua bidang mengalami peningkatan, baik dalam bidang pembangunan fisik maupun non fisik.
Salah satu perkembangan yang menarik adalah aktivitas Perpustakaan Baitul Amin. Selain jumlah sumbangan buku yang terus meningkat, jumlah pengunjung dan peminjam buku terus bertambah. Fakta yang menggembirakan adalah dari total pengunjung selama 2010, 87% nya adalah anak-anak yang sebagian besar warga sekitar SBA.
Mengantisipasi kondisi tersebut H. Akhmad Syukran Bestari, SE. MMSI., Pengurus II Surau Baitul Amin berencana memperluas ruang perpustakaan seperti yang disampaikannya pada acara laporan akhir tahun 2010,
”Visinya adalah untuk tiga lantai. Kalau memang sudah dibutuhkan mungkin tahun 2012 kita bangun lantai berikutnya untuk menambah kapasitas agar bisa berfungsi dengan lebih baik.”
Selain perpustakaan, program lainnya juga mengalami perkembangan. Selama tahun 2010 tercatat 18 kali pelatihan serta 81 kegiatan lain yang dilaksanakan baik di dalam maupun di luar surau. Pelatihan adalah media belajar bersama untuk akselerasi peningkatan kualitas keimanan, ibadah dan akhlak. Pelatihan yang ditujukan bagi para jamaah SBA tersebut, sebagai contoh, adalah Pelatihan Sumber Daya Manusia Sufi Thinking, Islamic Service Excellence, Parenting dan Pesantren Kilat untuk anak-anak. Kegiatan lain meliputi Pengajian Majelis Quran Surau Baitul Amin (MQSBA) untuk kaum ibu, Pengajian Iqro’, Taushiyah, Forum Diskusi Kajian Islam, dan Pengajian Al-Quran Tematik untuk mendalami kandungan Al Quran.
Sedangkan kegiatan di luar surau, sebagai bentuk peningkatan silaturrahim selama tahun 2010 meningkat sekitar 60 kegiatan. Kegiatan tersebut diantaranya adalah Pembagian Zakat dan Qurban, Apel Jaringan Polsek dan Pokdar Kamtibmas (setiap malam), Partisipasi dalam Pengamanan Pemilukada, Pengamanan Operasi Lilin, Pengamanan Operasi Ketupat dan Silaturrahim Anggota Pokdar Kamtibmas (sekali setiap satu bulannya).
Peningkatan kegiatan kemasyarakatan di luar surau ini menjadi sangat penting karena selaras dengan visi dan misi hubungan masyarakat, yaitu keterbukaan Surau Baitul Amin terhadap masyarakat di lingkungan Kelurahan Curug, khususnya Kecamatan Bojongsari dan Kecamatan Sawangan.
Dalam pelayanan kesehatan, Baitul Amin Medical Center (BAMC) juga mengalami perkembangan yang patut disyukuri. Jumlah masyarakat sekitar yang memanfaatkan layanan tersebut kian meningkat. Hal ini sejalan dengan misi dan tujuan BAMC, menebarkan kebaikan bagi lingkungan dan memberikan layanan kesehatan yang optimal dengan harga terjangkau. Dari semua kasus kesehatan masyarakat sekitar yang ditangani oleh BAMC selama tahun 2010, penyakit saluran pernafasan atas yang paling banyak diderita pasien, yaitu sekitar 42,97%.
Selanjutnya, sebagaimana rumusan harapan lima tahun ke depan Surau Baitul Amin dari peserta Perjalanan 7 Nilai ke Anyer, BAMC dapat berkembang dengan berbagai layanan dan fasilitas medis seperti alat periksa kandungan (USG), ruang rawat inap, pelayanan persalinan hingga memiliki apotek sendiri. Harapannya, BAMC dapat meningkatkan pelayanan kesehatan secara optimal dengan peralatan yang lebih lengkap dan modern, namun tetap dengan harga yang relatif terjangkau.
Catatan lain dari tahun 2010 yang menarik adalah meningkatnya semangat dalam berubudiyah. Ubudiyah adalah kegiatan pengabdian kepada Allah SWT dalam berbagai bentuk karya kebaikan.
Bang Imam Badruddin, ikhwan yang aktif membantu kegiatan peribadatan menyampaikan pengamatannya. “Alhamdulillah, di tahun 2010 jamaah yang berubudiyah makin meningkat. Banyak abang-abang dan kakak-kakak (panggilan akrab sesama jamaah) yang baru-baru, turut meramaikan kegiatan ubudiyah.” Melalui wadah AsGuard; kependekan dari Anshor Guard, minat jamaah berpartisipasi aktif dalam aktivitas kesurauan dikoordinasikan.

Aktivitas tersebut di antaranya perawatan fasilitas surau, tenaga pendukung berbagai kegiatan, hingga pembangunan sarana prasarana surau. Semua terbuka lebar bagi jamaah yang ingin berpartisipasi.
Koordinator Bagian Peramalan, yaitu bagian yang mengkoordinir aktifitas peribadatan, dr. M. Yusuf Wibisono, memfokuskan programnya pada peningkatan pelayanan. “Di tahun 2011, kegiatan peningkatan pemahaman ke-Islaman melalui tausyiah dan pengajian diintensifkan,” papar dokter yang juga bertugas di BAMC.
Di samping itu, kegiatan orientasi sebagai media penjelasan tentang Tarekat Naqsyabandiyah kepada calon pengamal diperbaiki. “Agar saudara kita sesama muslim yang ingin mengetahui lebih jauh tentang tarekat terlayani dengan baik kebutuhannya,” tambah dokter berkacamata yang murah senyum ini.
Kabar gembira lainnya adalah aktif kembalinya Serikat Tolong Menolong Baitul Amin (STMBA) yaitu wadah silaturrahim untuk saling membantu sesama ikhwan. STMBA mengelola kegiatan fardhu kifayah, dari pemulasaraan jenazah sampai pemakaman di Taman Peristirahatan Abadi Surau Baitul Amin. Dengan fasilitas ambulan dan petugas yang siaga, STMBA siap membantu sesama ikhwan yang memerlukan bantuan.
Menanggapi Laporan Akhir Tahun 2010, H. Akhmad Syukran Bestari, menyatakan, “Terjadi kemajuan di Surau Baitul Amin tahun 2010, ini dapat dilihat dari data, juga bisa dilihat sendiri kemajuannya. Kalau maju mari kita kasih tepuk tangan buat anak surau. Meski demikian kita tetap harus banyak istiqomah. Dan harus kita perbaiki.” Pesan Bang Arie, panggilan akrab beliau, kepada seluruh hadirin.
Dalam sebuah kesempatan lain, Bang Arie menjelaskan bahwa sarana dan pelayanan pada prinsipnya adalah untuk memudahkan jamaah dalam beribadah. Pesan tersebut sejalan dengan taushiyah Pimpinan Yayasan pada saat pembukaan BAMC tahun 2008, bahwa pelayanan itu untuk memudahkan orang lain.
Seperti dalam firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 2:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
Sementara dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda;
“Kebaikan itu banyak tetapi pengamalnya (yang melaksanakannya) sedikit.” (HR. Abu Hanifah). InsyaAllah, dengan senantiasa berupaya berbuat aneka kebaikan, kita tidak menjadi bagian orang yang tersebut dalam hadits tersebut.
Wallaahu ‘alam bisshowab. (DHY/RH/ASEP)
Semangat Berbagi dan Melayani



Ulasan dan Rujukan Buku terbaik yang layak dibaca
Kupas kesehatan dan permasalahannya sehari-hari, untuk pengetahuan
Kumpulan materi dari Forum Diskusi Baitul Amin, mencerahkan dan membebaskan
Ruang berbagi Teknologi Informasi untuk pemula dan pebisnis, IT ada di sekitar kita
Berbagi pengalaman dalam bisnis sebagai akhlak mulia, Bisnis dan Ibadah adalah kesatuan