Monday, May 21st

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Flights Pelatihan Media Introspeksi Diri

Media Introspeksi Diri

Salah satu kelompok peserta bersemangat menyelesaikan tantangan dalam sebuah game pada hari kedua pelatihan Sufi Thinking Petugas (25/12/2010).

Pelatihan Sufi Thinking adalah salah satu pelatihan yang rutin dilakukan di Surau Baitul Amin. Pelatihan ini sudah melahirkan 29 angkatan sejak tahun 2007.

Meski begitu, selalu ada yang baru di pelatihan ini. Mulai dari pemateri, tantangan bahkan suasana pelatihan.

Akhir tahun lalu Sufi Thinking Petugas kembali dilakukan. Banyak pelajaran yang bisa diambil, salah satunya adalah introspeksi diri.

Dengan slogan “Positif, Optimis, Patuh” menyemangati para peserta Sufi Thinking (ST) Petugas untuk menjadi petugas yang lebih baik. Pelatihan ST Petugas yang diselenggarakan pada tanggal 24 - 26 Desember 2010 lalu merupakan pelatihan yang diikuti oleh jamaah Tarekat Naqsyabandiyah (TN), khususnya bagi mereka yang sudah diangkat menjadi petugas peribadatan di lingkungan TN Yayasan Prof. DR. H. Kadirun Yahya (YPDKY).

Salah satu tujuan dari pelatihan ST adalah membentuk Pola Pikir Sufi yaitu pola pikir yang dilandasi pemahaman Islam yang menyeluruh atau kaffah. Di mana aspek aqidah, syariah dan akhlak dipahami secara proporsional. Pola pikir ini sangat penting, karena menentukan persepsi, penilaian, serta perbuatan dan perkataan seseorang.

Hal itu sangat mempengaruhi hubungan dengan Tuhan, hubungan antar manusia dan pembentukan kepribadian yang akhlakul karimah. Perlu perubahan untuk membentuk pola pikir sufi yang sesuai dengan akidah, syari'ah dan akhlak ini. “Mengubah pola pikir adalah seperti mengubah kepala,” tegas Pimpinan YPDKY, H. Abdul Khalik Fajduani, SH.

“Bagaimana mengubah kepala, mengubah isi kepala adalah mengubah cara-cara bertindak kita, awalnya memang harus dipaksa kemudian lama-lama mereka akan menjadi kebiasaan dan kemudian menjadi paradigma atau pola pikir kita,“ terang Bang Ardiansyah Aidil Arif SE, PGDQM., saat menyampaikan materi Paradigma Mindset Value (PMV).

Selain presentasi di kelas, metode penyampaian dilakukan melalui diskusi kelompok dan game. Ibu Rohmi, peserta dari Jember, Jawa Timur ekspresif dan aktif mengikuti setiap sesi. Komentarnya yang polos kadang membuat peserta lain tertawa.

Namun setelah game usai dan dibagikan kertas evaluasi, Bu Rohmi mendatangi fasilitator dan bilang, ”Maaf kak tadi saya tidak bersyukur dan mengkritik saat game, tapi di lembar evaluasi saya, saya tulis saya jujur, maaf ya kak saya salah, saya mau ganti lembar evaluasi saya”.

Saat review game Bu Rohmi menangis tersedu, “Saya sudah banyak salah, saya mau berubah. Saya banyak mengeluh, saya tidak bersyukur. Saya mau berubah menjadi lebih baik sebagai muslim yang baik sesuai 7 nilai dasar,” katanya jujur. 7 nilai dasar yayasan adalah serangkaian nilai-nilai yang menjadi panduan jamaah di lingkungan YPDKY untuk berubah menjadi pribadi muslim yang baik.

Hal yang sama dirasakan oleh fasilitator kelompok. Dyah Agustine, yang mendampingi peserta menyatakan, “Adanya penerapan 7 nilai dasar membuat saya merasa ada perubahan dalam diri saya saat menjadi fasilitator. Hal ini sangat terasa saat menemani anggota kelompok melakukan game.“

Ia membandingkan saat menjadi fasilitator sebelumnya. Kini ia merasa semakin berubah ke arah yang lebih baik. Peserta pelatihan kali ini datang dari berbagai daerah. Mulai dari Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, dan Sumatera.
Mereka sangat penasaran dengan pelatihan sufi thinking ini, hingga salah satu peserta, Bang Heri dari Kalimantan Timur sampai meminta istrinya menyusul agar dapat mengikuti pelatihan ini. (DHY/NAV/RHAY).

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Share/Save/Bookmark