
Agama Islam menjunjung tinggi kebersihan. Kebersihan terdapat dalam tata cara ibadah Islam secara keseluruhan. Terkait erat dengan akidah, muamalah, dan akhlak.Dalam melakukan ibadahnya manusia harus suci dari fahsya dan munkarat.

Agama Islam menjunjung tinggi kebersihan. Kebersihan terdapat dalam tata cara ibadah Islam secara keseluruhan. Terkait erat dengan akidah, muamalah, dan akhlak.Dalam melakukan ibadahnya manusia harus suci dari fahsya dan munkarat.

“Surau (Baitul Amin – red) itu ibarat pasar, maksudnya apapun yang kita punya untuk didagangkan, pasti ada pembelinya,” demikian cerita Bang Aminul Ngibat, seorang Anshor (anak surau) kepada Mozaik beberapa waktu lalu. Maksudnya, apapun kemampuan atau keahlian yang kita miliki dapat kita pergunakan sebagai sarana untuk berkarya dan berubudiyah di Surau Baitul Amin (SBA).

Suasana akrab diwarnai canda tawa di awal pertama November lalu menggulirkan persiapan Festival Baitul Amin (Fesba) 2011. Sekitar 30 abang dan kakak para jamaah Surau Baitul Amin (SBA), Bojongsari, Depok, membahas bersama hal-hal yang akan membentuk perencanaan ajang silaturahim yang akan digelar untuk menyambut tahun baru Islam, 1 Muharram 1433, di penghujung tahun 2011 nanti.

Perjalanan ke Serang dan Anyer ini menyusul roadshow tahap pertama tanggal 21-23 Maret lalu, dan diikuti semua unsur jamaah yang ada di Surau Baitul Amin. Mulai dari Anak Surau, atau ‘Anshor’ sapaan bagi para murid yang menetap di Surau, anggota FIFAS atau Federasi Fasilitator Sawangan, yang kerap terlibat dalam pelatihan-pelatihan jamaah, juga para ibu-ibu masak.

Acara yang dipersiapkan tiga bulan itu datang juga. Nuansa suka cita sangat terasa, bahkan sebelum dimulainya acara, seiring meningkatnya ritme kerja menjelang Kompetisi Marawis malam ini (15/11), dan Tabligh Akbar esoknya. Sebuah kerja bareng dari berbagai bagian di Surau Baitul Amin. Mulai dari Pengurus Surau, Pengurus BKS (badan kerjasama surau), Anak Surau (anshor), FIFAS, Ibu-ibu masak, Anshor gadungan (As Guard) dan jamaah surau. Sekitar 370-an orang ikut langsung dalam kerja besar ini. Semuanya bersatu demi berlangsungnya acara ini.

Setelah melaksanakan sholat Dhuha di masjid surau, peserta workshop jurnalistik melakukan registrasi dan segera memasuki training room Surau Baitul Amin. Cuaca agak dingin langit pun mendung sejak pagi tapi keceriaan terbit dari wajah-wajah peserta yang sangat antusias mengikuti acara ini.

Surau Baitul Amin di Sawangan, Depok, Jawa Barat adalah salah satu pusat kegiatan pengamal Tarekat Naqsyabandiyah Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya. Selain tempat kegiatan keagamaan, juga sebagai sarana pengembangan potensi para ikhwannya melalui berbagai pelatihan seperti ekonomi syariah, parenting, sufi thinking, jurnalistik dan pelatihan lainnya. Pada 4 Oktober 2009 lalu misalnya, pelatihan penulisan diadakan untuk meningkatkan kemampuan menulis pengelola media internal yang tergabung dalam Baitul Amin Media Group.
Berikut ini liputan acara yang di tulis oleh: Rindy Tarisma (salah seorang peserta Pelatihan Jurnalistik (4/10/09).
.jpg)
Tentang berbagai kegiatan yang digelar FIFAS, Ab. Arie In Malik mengatakan, "Selama ini, kita telah mengenal kegiatan ubudiyah dalam bentuk pekerjaan fisik seperti membangun fasilitas surau. Namun demikian, makna dari ubudiyah itu sangatlah luas, dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan apa yang dimiliki tiap tiap orang." Selanjutnya Ab. Arie mengungkapkan, "FIFAS ini adalah salah satu saja dari sekian banyak ladang bagi jamaah untuk berubudiyah."

Fisikawan David Bohm meriset kehidupan tiga fisikawan besar yang hidup sejaman dan dikenal sebagai bapak-bapak fisika modern yaitu Einstein, Heisenberg dan Bohr. Ia mendapati bahwa penemuan luar biasa yang dilakukan oleh ketiganya terjadi karena adanya dialog yang simple, terbuka dan jujur. Mereka bertiga berkorespondensi, brainstorming, bertukar ide dan berdialog tentang berbagai hal yang nantinya menjadi dasar fisika modern. Hal itu kebalikan dengan yang dilakukan sesama fisikawan lain yang hidup sejaman. Mereka sibuk saling tidak percaya, enggan untuk berbagi dan senang mencari kelemahan ide lainnya untuk menonjolkan idenya sendiri.

Pelatihan di lingkungan surau memunculkan dinamika tersendiri. Kalau dulu pengertian ubudiyyah hanya identik dengan gotong-royong membangun surau, atau mengabdi menjadi anak-anak surau (Anshor), kini berkembang artinya menjadi semakin luas. Khusus di Surau Baitul Amin (SBA) Sawangan, di samping anak-anak surau dan fasilitator, juga ada AS-Guard (Asgad) dan Tim ibu-ibu masak.
