
Alkisah, suatu waktu hari Rasulullah SAW bertemu dengan Sa'ad bin Mu'adz Al-Anshari. Ketika itu Nabi Muhammad SAW melihat tangan Sa'ad yang kulitnya gosong kehitam-hitaman dan melepuh seperti terpanggang matahari.

Alkisah, suatu waktu hari Rasulullah SAW bertemu dengan Sa'ad bin Mu'adz Al-Anshari. Ketika itu Nabi Muhammad SAW melihat tangan Sa'ad yang kulitnya gosong kehitam-hitaman dan melepuh seperti terpanggang matahari.
![Petrus Christus, “Pandai Emas”, 1449, New York, The Metropolitan Museum of Art. [Ilustrasi] king](http://1.bp.blogspot.com/-21Bu-2b-Wvs/TvpcL7UpEjI/AAAAAAAAJAQ/LLfqfBEM4p4/s550/petrus_christus.jpg)
Konon dahulu ada seorang raja yang terkenal dengan kebijaksanaannya, dan pada suatu hari sang raja tersebut meminta kepada tukang emasnya yang sudah tua renta untuk menuliskan sesuatu di sisi dalam cincinnya.

Syair Tombo Ati adalah ciptaan Sunan Bonang, salah satu Wali Songo. Dahulu syair dengan bahasa Jawa tersebut seringkali ditembangkan oleh jamaah langgar (masjid kecil) di daerah Jawa Tengah dan Timur saat menanti iqomah tiba. Kini, syair tersebut kembali terkenal, terdengar melalui radio dan televisi, didendangkan dan diperkenalkan kembali oleh budayawan,vEmha Ainun Najib dan penyanyi lagu islami terkenal, Opick.

Syaikh Abdul Wahid bin Zayd Abdul Wahhab (baca: Penggapai Cinta Illahi-red) adalah sufi akbar yang hidup sekitar 700 M. Beliau sering berdiskusi tentang tasawuf dengan sahabatnya, sufi agung Syaikh Fudhayl bin Iyad. Kepada Syaikh Fudhail, beliau berkisah bahwa selama tiga malam berturut-turut ia berdoa kepada Allah, untuk diperkenankan mengetahui siapa sahabatnya di surga nanti.

Kesan Sahabat: Joko Trisusilo, Pelatih PTM Baonk. Belum lama ini, Mozaik berbincang dengan Pak Joko Trisusilo, pelatih olahraga tenis meja di Surau Baitul Amin yang tergabung dalam Persatuan Tenis Meja Baitul Amin Pimponk (PTM Baonk). Kepada pewarta Mozaik, Dyah Agustine Chito, Pak Joko bertutur tentang kesan-kesannya mengenai lingkungan Surau dan pertemanan yang dijalin dengan sahabat-sahabat barunya.

Pagi itu, ketika bunga-bunga bermekaran, rerumputan terhampar menghijau, ditingkahi kicauan burung-burung di antara rerimbunan pepohonan, seorang lelaki berjalan membawa tongkat diiringi seorang anak perempuan kecil berumur delapan tahun.

Para sahabat memberikan teladan akan mendalamnya kecintaan dan tingginya adab terhadap Rasulullah SAW. Orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama memeluk Islam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik adalah kaum yang mempunyai keutamaan, sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran Surat At-Taubah ayat 100. Para sahabat Rasulullah SAW, generasi berikutnya dan generasi berikutnya adalah sebaik-baik manusia, menurut Hadits Bukhari & Muslim.

Perjalanan manusia dalam menemukan Tuhannya berbeda-beda. Salah satunya perjalanan Dr.Tun Kurniasih Bastaman Sp.KJ atau akrab disapa kak Tutun. Ia merasakan, justru karena kesederhanaan tanpa banyak bertanya, ia diberikan banyak kemudahan. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) periode 2009-2013 ini menuturkan bagaimana perjalanannya dalam bersurau.

Seorang petani dan istrinya bergandeng tangan menyusuri sawah sesudah seharian memacul di sawah mereka dalam lebatnya hujan. Tiba-tiba, lewat sebuah motor di jalan raya di depan mereka. Berkatalah sang suami pada istrinya, “Lihatlah bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu. Meski mereka juga kehujanan tapi mereka bisa cepat sampai rumah, tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah.”
Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah hujan melihat sebuah mobil pick-up lewat di depan mereka. Pengendara motor berkata kepada istrinya, “Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tak perlu berhujan-hujan seperti kita.” Di dalam pick-up yang dikendarai sepasang suami istri juga terjadi perbincangan ketika sebuah mobil Mercy lewat.
Page 1 of 5
