Monday, May 21st

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Mozaik Khazanah

Khazanah

Kayak Rombongan Yang Mau Bertobat

Joko Trisusilo

Kesan Sahabat: Joko Trisusilo, Pelatih PTM Baonk. Belum lama ini, Mozaik berbincang dengan Pak Joko Trisusilo, pelatih olahraga tenis meja di Surau Baitul Amin yang tergabung dalam Persatuan Tenis Meja Baitul Amin Pimponk (PTM Baonk). Kepada pewarta Mozaik, Dyah Agustine Chito, Pak Joko bertutur tentang kesan-kesannya mengenai lingkungan Surau dan pertemanan yang dijalin dengan sahabat-sahabat barunya.

Menggapai Haji Mabrur

Jamaah Haji

Mengapa ibadah haji menempati urutan ke lima dalam rukun Islam adalah hal yang menarik untuk dikaji. Dengan kedudukannya ini, ibadah haji menjadi rukun penyempurna dalam Islam. Sekaligus menegaskan bahwa dalam pelaksanaannya seorang muslim hendaklah menyempurnakan rukun-rukun lainnya. Hendaknya Islamnya ‘Kaffah’.

Qurban, Pasrah Dan Cinta Kepada Allah

Saatnya Berkurban

Di Indonesia Idul Adha atau Idul Kurban yang ditandai dengan penyembelihan hewan kurban dan seringkali dimaknai dengan sebuah pengorbanan. Sementara makna Qurban sesungguhnya sangat dalam, mulai dari kecintaan kepada sang Khalik sampai kepasrahan total kepada Allah.

Kesenian Islam yang Dinamis

Kesenian Marawis

Persis sehari sebelum acara Tabligh Akbar, tepatnya Sabtu malam (15/11) pukul 19.30 – 23.30 WIB, Surau Baitul Amin Sawangan menggelar hiburan dengan mengadakan Kompetisi Marawis. Mengapa Marawis?

Menurut Pengurus III Surau Baitul Amin Sawangan H. Akhmad Syukran Bestari, SE, MMSi., lomba marawis ini bermula dari acara malam Peringatan Hari Kemerdekaan RI - 17 Agustus lalu. Saat itu ada sumbangan penampilan kelompok marawis dari ibu-ibu di sekitar surau, yang penampilannya sungguh mengesankan. ”Marawis musiknya dinamis, enak didengar, dan tak perlu banyak alat untuk dimainkan. Lagu-lagu yang disenandungkan syarat dengan tuntunan agama dan pujian terhadap Rasulullah.” ucap  Bang Arie yang mengistilahkan marawis sebagai musik “user friendly”

Dari Bondowoso hingga Betawi

Kesenian Marawis

Sebutan marawis untuk kesenian islami yang kian populer ini berawal dari salah satu alat musiknya yang berbentuk seperti gendang yang hanya satu sisi bidang yang ditabuh. Sebenarnya, selain menggunakan marawis, alat musik tetabuhan lainnya yang digunakan adalah hajir atau gendang besar. Hajir ini memiliki diameter sekitar 45 Cm dan tinggi 60-70 Cm. Kesenian ini juga menggunakan dumbuk, sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, tamborin dan ditambah lagi dua potong kayu bulat berdiameter 10 Cm.

Penonton dan PesertaTerkesan Dengan Baitul Amin.

tabligh

Kesan pertama yang menentukan, tagline sebuah iklan. Itu juga yang terjadi pada penonton dan peserta Festival Hajir Marawis Baitul Amin yang digelar Sabtu ini (15/11). Buktinya, 1500-an penonton memadati tenda-tenda yang ada di lapangan Al Ghaizel Baitul Amin. Padahal hujan sejak pagi mengguyur Sawangan Depok. Bahkan panitia sempat menggulung karpet dan menimbun area duduk dan jalan dengan sekam serta pasir, juga jalan masuk ke acara dipasang papan dua lajur karena jalan masih basah. Namun itu tak menyurutkan minat penonton.

Ragam dalam Pendapat, Satu dalam Iman

ragam pendapatPagi hari itu terlihat banyak orang laki laki dan perempuan dengan pakaian yang bagus-bagus berjalan ke barbagai arah. Dengan penutup auratnya tersebut, para muslim itu bergerak mencari mesjid atau lapangan yang melaksanakan sholat Iedul Fitri. Inilah saat mereka merayakan hari kemenangan dengan mengagungkan Asma Allah – Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamd.

Di hari ke 30 bulan puasa tahun 1992 itu, sebagian muslim lainnya tetap di rumah menjalankan puasa sebagaimana hari sebelumnya. Sebagian lainnya berdiri di depan rumah bercakap-cakap dengan tetangganya untuk membahas, berdebat, dan bertanya-tanya,”Kapan sebenarnya 1 Syawal? Hari ini atau esok harikah?"

Akhirnya Kami Mengenal Baitul Amin

marawis

Jawaban itulah yang terangkum dari kesan-kesan tim marawis yang mengikuti lomba Festival Hajir Marawis tentang Surau Baitul Amin. "Mayoritas peserta  belum kenal Baitul Amin," kata Mbak Hilal dari IIQ Jakarta, salah satu peserta. Bahkan banyak diantara anggota tim yang mengetahui surau beberapa jam sebelum tampil.