Thursday, Feb 23rd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Tasawuf

Tasawuf

Syaikh al-Junayd al-Baghdadi Teguh Membela Syariat

Shalat Berjamaah

Kehidupan tasawuf yang dilakukan seseorang merupakan jalan penyucian hati dan jalan kekhusyukan untuk mengingat Dia.Ini adalah perkataan Syaikh al-Junayd al-Baghdadi, tokoh sufi termashur yang senantiasa disebut dalam do’a silsilah pengamal Tarekat Naqsyabandiyah naungan YPDKY selain Syaikh Abu Yazid al-Bistami (lahir 188 H/804 M dan wafat 261 H/875 M), dan Syaikh Abd al-Qadir al-Jilani (lahir 470 H/1077 M). Berhubungan dengan kekhusyukan, Syaikh al-Junayd al-Baghdadi juga mengatakan,“Tuhan menyucikan ‘hati’ seseorang menurut kadar kekhusyuknya dalam mengingat Dia.” Berikut riwayat singkat Syaikh al-Junayd al-Baghdadi.

Sahabat Abu Yazid

Makam Abu Yazid

Abu Yazid al-Bistami adalah nama masyhur dari Al 'Arif Billah Sultanul Arifin Asysyaikh Thaifur bin Isa bin Adam bin Sarusyan. Beliau lahir pada tahun 188 H/804 M dan wafat sekitar tahun 261 H/875 M ini merupakan tokoh sufi termashur dan berada di urutan kelima dalam silsilah keguruan Tarekat Naqsyabandiyah. Tidak sedikit tokoh sufi lain yang bersahabat dengannya,beberapa diantaranya adalah Ahmad Ibn Khadrawyh dan Yahya ibn Mu’adz al-Razi.

Tasawuf Adalah Dzikir

Buah Zikir

Istilah tasawuf sering kali disalahpahami sebagian orang.Mereka memahami tasawuf hanya sebatas duduk sepanjang hari beribadah di masjid. Dulu, para ahli sufi adalah pedagang di siang hari dan zuhud di kala malam,’’ ungkap tokoh sufi terkemuka asal Lebanon, Maulana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani.(Bersambung ke hal. 7) Disadur dari Islam Digest, Harian Umum Republika. 26 Juni 2011

Tiga Sufi Penggapai Cinta Ilahi

Masjid-al-Azam di Kufah

Rentang waktu yang jauh (40 – 43 tahun) antara silsilah keguruan keempat, Imam Ja’far as-Shadiq yang wafat 148 H/767 M, dengan yang kelima, Syaikh Abu Yazid al-Bistami yang lahir 188 H/804 M, tidak bisa dikatakan ‘terputus’. Banyak tokoh-tokoh sufi pada masa itu yang berguru kepada Imam Ja’far as-Shadiq, yang kelak menjadi guru bagi Syaikh Abu Yazid al-Bistami. Tentang tidak tersebutnya nama-nama beliau dalam silsilah keguruan ini suatu hal yang wajar. Mengingat tidak sedikit tokoh- tokoh sufi yang berpesan agar kelak namanya tidak disebut dalam silsilah keguruan yang lazim tertuang dalam ijazah.

Lembar Perjalanan Keguruan

Surau Akhlaqul Amin

Profil Al Mukarram Prof. DR. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya QS

Pada tahun 1942, Al Mukarram Prof. DR. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya menyelesaikan pendidikan tinggi di negeri Belanda. Beliau kembali ke tanah air dan mempelajari ilmu tasawwuf dari para guru besar ahli sufi. Langkah pengabdian agung Beliau dalam Thareqat Naqshabandiyah Al Khalidiyah pun mulai tercatat dengan tinta emas.

Pengabdian kepada Tuhan YME, Negara, dan Dunia

pancabudi medan

Profil Al Mukarram Prof. DR. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya QS

Di Universitas Panca Budi Medan tertera Piagam Panca Budi yang terdiri dari Abdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, Abdi kepada Bangsa, Abdi kepada Negara, Abdi kepada Nusa dan Abdi kepada Dunia. Piagam tersebut dicetuskan oleh Al Mukarram Prof. DR. H. Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya,pendiri Universitas Panca Budi. Perjalanan pengabdian Beliau adalah suri tauladan butir-butir Piagam tersebut.

Masyarakat Baik Hati yang Rahmatan lil’Alamin

Surau Baitul Amin

Visi Thareqat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah

Perkembangan tempat dzikir yang meningkat dan pertumbuhan jamaah yang pesat memerlukan koordinasi yang baik. Oleh karena itu, pada tahun 1987 dibentuk Badan Koordinasi Kesurauan (BKK) di bawah naungan Yayasan Prof. DR. H. Kadirun Yahya. BKK mengemban visi mulia yang harus diwujudkan bersama dengan seluruh ikhwan.

Amalkan Islam Kaffah

alquran tematik

Visi Thareqat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah

Mengamalkan Islam secara kaffah, dimulai dengan memahami unsur-unsur pokoknya. Dalam Tafsir Al-Mishbah, Prof. M. Quraisy Shihab membagi kandungan Al-Islam (Al-Quran) menjadi tiga unsur pokok; akidah, syariah, dan akhlak. Bagaimana cara memahami ketiga-tiganya?

Syaikh Sufi Taat Syariat

Kompleks makam Syaikh Abu Yazid Al-Bistami

Setelah Iman Ja’far as-Shadiq RA, guru rohani dalam silsilah Tarekat Naqsyabandiyah adalah Sayyidi Syaikh Abu Yazid al-Bistami QS. Sama seperti Imam Ja’far as-Shadiq, Syaikh Abu Yazid yang nama kecilnya Tayfur ibn Isa ibn Surusyan juga merupakan guru rohani bagi kelompok-kelompok (tarekat) lainnya.

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »

Page 1 of 3