Monday, May 21st

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Tasawuf Amanah

Amanah

Masyarakat Baik Hati yang Rahmatan lil’Alamin

Surau Baitul Amin

Visi Thareqat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah

Perkembangan tempat dzikir yang meningkat dan pertumbuhan jamaah yang pesat memerlukan koordinasi yang baik. Oleh karena itu, pada tahun 1987 dibentuk Badan Koordinasi Kesurauan (BKK) di bawah naungan Yayasan Prof. DR. H. Kadirun Yahya. BKK mengemban visi mulia yang harus diwujudkan bersama dengan seluruh ikhwan.

Amalkan Islam Kaffah

alquran tematik

Visi Thareqat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah

Mengamalkan Islam secara kaffah, dimulai dengan memahami unsur-unsur pokoknya. Dalam Tafsir Al-Mishbah, Prof. M. Quraisy Shihab membagi kandungan Al-Islam (Al-Quran) menjadi tiga unsur pokok; akidah, syariah, dan akhlak. Bagaimana cara memahami ketiga-tiganya?

Sikap Wara’ Menjaga Kebersihan Hati

Kompleks makam Syaikh Abu Yazid Al-Bistami

Syaikh Abu Yazid Al-Bistami dikenal sebagai orang yang menjaga dirinya dengan sikap wara’. Sesuai riwayat Al-Bazzar dari Hudzaifah bin Al-Yaman, Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan ilmu itu lebih baik dari keutamaan ibadah dan cara terbaik untuk menjaga agamamu adalah bersikap wara’.”

Dzikrullah dan Ridho Allah

Dzikrullah dan ridho Allah

“Karomah, Kesejahteraan dan Kesehatan adalah side effect daripada pengamalan Dzikrullah. Dzikrullah sendiri tujuannya bukan itu. Tujuan Dzikrullah adalah untuk mendapatkan Ridho Allah.

Demikian petikan wejangan dari Sayyidi Syaikh H. Iskandar Zulkarnain Al Khalidi, SH, MH, q.s. dalam dokumentasi video yang diputar pada Sabtu malam (24/04) setelah Isya dan wirid berjamaah di Surau Baitul Amin, Sawangan, Depok. Pemutaran video tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan (haul) berpulangnya beliau ke Rahmatullah. Syaikh Mursyid Thariqah Naqsyabandiyah ke-36 yang merupakan penerus dari Sayyidi Syaikh Prof. DR. H. Kadirun Yahya q.s. itu wafat pada tanggal 24 April 2005.

Perjalanan Tarikat

jalaludin rumiPada Judul artikel tentang Sufi dan Zuhud , kita memahami zuhud sebagai perilaku meninggalkan kehidupan dunia yang bersifat materi dan menekuni hal-hal yang bersifat rohani. Tidak jauh dari pengertian tersebut, dalam Ensiklopedi Tasawuf terbitan Angkasa, Bandung (2008), dari segi bahasa, zuhud berarti meninggalkan, tidak menyukai atau mengambil sedikit. Adapun dari segi istilah berarti mengosongkan hati dari sesuatu yang bersifat duniawi atau meninggalkan hidup kematerian. Orang zuhud (zahid) adalah orang yang meninggalkan dunia untuk mendapatkan apa yang ada pada Allah.

Hanya Engkau yang Kutuju

tasawufBuah dari tarekat adalah 'merasa dilihat dan didengar oleh Allah'. Tarekat bukanlah ciptaan dari para syeikh, melainkan ajaran yang bersumber dari Rasulullah. Tarekat mendorong kita dekat dengan Allah dan Nabi Muhamad SAW. Tarekat adalah benteng dari syirik, sebagaimana do'a yang selalu disebut pengamalnya: Illahi anta maksudi wa ridhlaka matlubi. Inilah yang disampaikan oleh KH. Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dalam Tabligh Akbar  yang diselenggarakan Surau Baitul Amin Sawangan, 16 November 2008 lalu.