
Visi Thareqat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah
Perkembangan tempat dzikir yang meningkat dan pertumbuhan jamaah yang pesat memerlukan koordinasi yang baik. Oleh karena itu, pada tahun 1987 dibentuk Badan Koordinasi Kesurauan (BKK) di bawah naungan Yayasan Prof. DR. H. Kadirun Yahya. BKK mengemban visi mulia yang harus diwujudkan bersama dengan seluruh ikhwan.
Amanah


Pada Judul artikel tentang Sufi dan Zuhud , kita memahami zuhud sebagai perilaku meninggalkan kehidupan dunia yang bersifat materi dan menekuni hal-hal yang bersifat rohani. Tidak jauh dari pengertian tersebut, dalam Ensiklopedi Tasawuf terbitan Angkasa, Bandung (2008), dari segi bahasa, zuhud berarti meninggalkan, tidak menyukai atau mengambil sedikit. Adapun dari segi istilah berarti mengosongkan hati dari sesuatu yang bersifat duniawi atau meninggalkan hidup kematerian. Orang zuhud (zahid) adalah orang yang meninggalkan dunia untuk mendapatkan apa yang ada pada Allah.
Buah dari tarekat adalah 'merasa dilihat dan didengar oleh Allah'. Tarekat bukanlah ciptaan dari para syeikh, melainkan ajaran yang bersumber dari Rasulullah. Tarekat mendorong kita dekat dengan Allah dan Nabi Muhamad SAW. Tarekat adalah benteng dari syirik, sebagaimana do'a yang selalu disebut pengamalnya: Illahi anta maksudi wa ridhlaka matlubi. Inilah yang disampaikan oleh KH. Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dalam Tabligh Akbar yang diselenggarakan Surau Baitul Amin Sawangan, 16 November 2008 lalu.
Ulasan dan Rujukan Buku terbaik yang layak dibaca
Kupas kesehatan dan permasalahannya sehari-hari, untuk pengetahuan
Kumpulan materi dari Forum Diskusi Baitul Amin, mencerahkan dan membebaskan
Ruang berbagi Teknologi Informasi untuk pemula dan pebisnis, IT ada di sekitar kita
Berbagi pengalaman dalam bisnis sebagai akhlak mulia, Bisnis dan Ibadah adalah kesatuan
