Monday, May 21st

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Tasawuf Suluk

Suluk

Tasawuf Adalah Dzikir

Buah Zikir

Istilah tasawuf sering kali disalahpahami sebagian orang.Mereka memahami tasawuf hanya sebatas duduk sepanjang hari beribadah di masjid. Dulu, para ahli sufi adalah pedagang di siang hari dan zuhud di kala malam,’’ ungkap tokoh sufi terkemuka asal Lebanon, Maulana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani.(Bersambung ke hal. 7) Disadur dari Islam Digest, Harian Umum Republika. 26 Juni 2011

Pandangan

Berbagi Rasa

Seseorang dapat memberikan makna terhadap satu kejadian atupun arti dari sebuah kenyataan yang dilihatnya berdasarkan pikirannya. Arti tersebut kadang tanpa disadari membentuk satu pola pikir atau pandangan bagi hidupnya dalam melihat hal tersebut.Apa yang dilihat ataupun dirasakan bisa baik dan buruk, itulah arti pandangan bagi diri kita. Semua akan terbentuk di dalam sel-sel pikiran kita yang paling dalam dan suatu saat mungkin akan mencuat kembali kepikiran kita. Apakah pandangan tersebut benar? atau salah? bagi kita sendiri mungkin dapat kita simpulkan mana benar dan salah, tetapi bagi orang lain belum tentu memiliki pandandan atau rasa yang sama bagi diri kita. Egoiskah kita sebagai manusia? kadang dengan hanya berbeda pandangan kita dapat menimbulkan rasa sakit hati dan perpecahan! Mempertahankan satu hal yang menurut kita benar akan berakibat besar kepada kita apabila ternyata memberi efek yang merugikan kepada orang lain.

Tarekat Naqsyabandiyah ditopang Syariat & Science

asep usmanUntuk kedua kalinya, Dr Asep Usman Ismail,  Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah – Jakarta, bersedia meluangkan waktu menerima Mozaik. Pertemuan pertama dengan pengamal Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah ini mengulas  tentang Tasawuf dan Tarekat. Pada pertemuan kedua kali ini, wawancara dengan salah satu penyusun Eksiklopedi Tasawuf ini berkisar seputar Tarekat Naqsyabandiyah. Berikut petikan wawancara yang berlangsung di Kampus ICAS –Universitas Paramadina Plaza 3 - Pondok Indah,  seusai beliau menjadi khatib dan imam Shalat Jum’at (15/5),

Zuhud, Tasawuf & Tarekat

zuhudPada judul sebelumnya, kita memahami zuhud sebagai perilaku meninggalkan kehidupan dunia yang bersifat materi dan menekuni hal-hal yang bersifat rohani. Tidak jauh dari pengertian tersebut, dalam Ensiklopedi Tasawuf terbitan Angkasa, Bandung (2008), dari segi bahasa, zuhud berarti meninggalkan, tidak menyukai atau mengambil sedikit. Adapun dari segi istilah berarti mengosongkan hati dari sesuatu yang bersifat duniawi atau meninggalkan hidup kematerian. Orang zuhud (zahid) adalah orang yang meninggalkan dunia untuk mendapatkan apa yang ada pada Allah.

Kebahagiaan Dambaan Psikologi dan Tasawuf

bahagia kunci sukses

Kebahagiaan merupakan dambaan setiap insan, bahkan kaum beragama mendambakan kebahagiaan dan kebaikan tidak saja di dunia, tetapi juga di ahirat. Tetapi kenyataan sering menunjukkan cukup banyak orang yang bahagia dan cukup banyak pula yang tidak bahagia hidupnya. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda, bahkan ada orang-orang yang merasa bahagia dan ada juga yang tak bahagia padahal mereka hidup di suatu lingkungan sama.  Apa artinya? Artinya kebahagiaan tidak berkaitan dengan latar belakang usia, jenis seks, kekayaan, rumah tangga, pendidikan dan kondisi lingkungan. Jadi siapa pun bisa berbahagia dan bisa juga menjadi tak bahagia.